Monday, September 16, 2013

Ringkasan Mata Kuliah ISIP4112 – Pengantar Ilmu Ekonomi Modul 2 - S1 Perpus Universitas Terbuka 2013



Wawan Hermawan
3 sks, modul 1-9: ill.; 21 cm
DDC 330 / ISBN 9796897687
© Universitas Terbuka – 2008


Mata kuliah ini membahas tentang konsep-konsep dasar analisis ekonomi baik secara mikro maupun makro; konsep tersebut membantu dalam mempelajari ilmu ekonomi lanjutan dan memahami kejadian ekonomi di sekitar kita. Mata kuliah ini suatu pengantar untuk memahami suatu sistem perekonomian. Melalui mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan teori-teori dan konsep dasar mengenai ekonomi mikro maupun makro.

Ringkasan Modul 2


Inisiasi 2 : Permintaan, Penawaran dan Keseimbangan HargaTeori Permintaan dan Kurva Permintaan

Kurva Permintaan dapat didefinisikan sebagai :
“Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang diminta para pembeli.” Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari kiri ke kanan bawah. Kurva yang demikian disebabkan oleh sifat hubungan antara harga dan jumlah yang diminta yang mempunyai sifat hubungan terbalik

GAMBAR LIHAT DI FILE PDF

Sedangkan pergerakkan kurva permintaan hanya bisa terjadi apabila jumlah barang berubah. Kurva permintaan dikatakan bertambah apabila kurvanya bergerak ke kanan atas dan dikatakan berkurang apabila kurvanya bergerak ke kiri bawah.

GAMBAR LIHAT DI FILE PDF

1. Fungsi permintaan dituliskan : Qd = a – b. P
Qd = jumlah barang yang diminta
a = konstanta
b = gradien garis
P = harga barang
2. Rumus persamaan garis melalui dua titik yaitu
 P – P1       Q – Q1
P2 – P1    Q2 – Q1

GAMBAR LIHAT DI FILE PDF

Harga dan permintaan bahwa makin rendah harga suatu barang maka makin banyak permintaan terhadap barang tersebut. Sebaliknya makin tinggi harga suatu barang maka makin sedikit permintaan terhadap barang tersebut.

GAMBAR LIHAT DI FILE PDF

Pengaruh Faktor Lain Selain Harga Terhadap Permintaan
1. Harga barang lain
Hubungan antara sesuatu barang dengan berbagai jenis-jenis barang lainnya dapat dibedakan kepada tiga (3) golongan, yaitu:
1.    barang lain itu merupakan pengganti
2.    barang lain itu merupakan pelengkap
3.    kedua barang tidak mempunyai kaitan sama sekali (barang netral).

Barang Pengganti
Sesuatu barang dinamakan barang pengganti kepada barang lain apabila ia dapat menggantikan fungsi barang lain tersebut.
Kopi dan teh adalah barang yang dapat saling menggantikan fungsinya. Seorang yang suka meminum teh selalu dapat menerima minuman kopi apabila teh tidak ada.
Harga barang pengganti dapat mempengaruhi permintaan barang yang dapat digantikannya. Sekiranya harga barang pengganti bertambah murah maka barang yang digantikannya akan mengalami pengurangan dalam permintaan.

PENAWARAN
Penawaran adalah berbagai jumlah barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga tertentu.

Hukum Penawaran
Hubungan antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan menggambarkan hukum penawaran yaitu makin tinggi harga suatu barang maka semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh penjual begitu juga sebaliknya dengan asumsi Cateris Paribus ini juga bisa digambarkan dalam kurva sebagai berikut:

Pengaruh Faktor Selain Harga Terhadap Penawaran
1. Harga barang lain
Bahwa barang-barang ada yang saling bersaingan atau bersubtitusi dan ada barang-barang yang komplementer (pelengkap) seperti yang telah dijelaskan di permintaan.
2. Biaya Produksi
Dibeberapa perusahaan kenaikan pengeluaran untuk memperoleh faktor-faktor produksi akan menyebabkan biaya produksi melebihi hasil penjualannya dan mereka mengalami kerugian. Ini dapat menimbulkan penutupan perusahaan tersebut dan jumlah penawaran barang akan berkurang begitu juga sebaliknya.
3. Tujuan perusahaan
Tujuan yang berbeda-beda tersebut menimbulkan efek yang berbeda-beda terhadap penentuan tingkat produksi. Dengan demikian penawaran jua akan berbeda sesuai tujuan yang ingin dicapai
4. Teknologi
Kemajuan teknologi dapat mengurangi biaya produksi mempertinggi produktifitas, mutu dan menciptakan barang-barang baru. Ini akan mendorong kenaikan penawaran.

Keseimbangan Penawaran Dan permintaan 
Terjadinya transaksi antara pembeli dan penjual dinamakan keseimbangan harga.

Elastisitas Permintaan Dan Penawaran
Elastisitas permintaan 
adalah ukuran kuantitatif yang menunjukkan besarnya pengaruh perubahan harga terhadap pengaruh perubahan permintaan.

Elastisitas Penawaran
Ukuran kuantitatif yang menunjukkan besarnya pengaruh perubahan harga terhadap perubahan jumlah barang yang ditawarkan.
Manfaat Elastisitas adalah dapat menjadi indikator untuk meramalkan kesuksesan dari kebijakan ekonomi yang dilaksanakan.

Jenis-Jenis Elastisitas Permintaan:
1. Elastisitas permintaan harga,
2. Elastisitas permintaan pendapatan,
3. Elastisitas permintaan silang.
Elastisitas permintaan harga adalah nilai perbandingan antara persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentase perubahan harga.

Tanda negatif menunjukkan harga dan jumlah barang yang diminta mengalami perubahan yang berlawanan.
Contoh :
Apabila harga es krim naik dari $2 menjadi $2,2 dan jumlah pembelian turun dari 10 batang menjadi 8 batang, maka elastsitas permintaan dihitung sebagai

GAMBAR LIHAT DI FILE PDF


Elastisitas Harga Penawaran
Elastisitas harga penawaran mengukur seberapa banyak penawaran barang dan jasa berubah ketika harganya berubah. Elastistas harga ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang ditawarkan sebagai akibat dari satu persen perubahan harga.
Koefisien Elastisitas Penawaran
Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut :
Es = % perubahan kuantitas penawaran / % perubahan harga,

GAMBAR LIHAT DI FILE PDF


Keterangan :
ES = Elastisitas penawaran
Q2 = Kuantitas penawaran setelah perubahan
Q1 = Kuantitas penawaran awal
P2 = Harga setelah perubahan
P1 = Harga awal


Ringkasan Mata Kuliah ISIP4112 – Pengantar Ilmu Ekonomi Modul 1 - S1 Perpus Universitas Terbuka 2013



Wawan Hermawan
3 sks, modul 1-9: ill.; 21 cm
DDC 330 / ISBN 9796897687
© Universitas Terbuka – 2008


Mata kuliah ini membahas tentang konsep-konsep dasar analisis ekonomi baik secara mikro maupun makro; konsep tersebut membantu dalam mempelajari ilmu ekonomi lanjutan dan memahami kejadian ekonomi di sekitar kita. Mata kuliah ini suatu pengantar untuk memahami suatu sistem perekonomian. Melalui mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan teori-teori dan konsep dasar mengenai ekonomi mikro maupun makro.

Ringkasan Modul 1 

Inisiasi 1 : Definisi dan Metode Ekonomi
Ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari berbagai perilaku pelaku ekonomi terhadap keputusan-keputusan ekonomi yang dibuat. Ilmu ini diperlukan sebagai kerangka berpikir untuk dapat melakukan pilihan terhadap berbagai sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.
Adapun tiga masalah pokok dalam perekonomian, yaitu
1.    Jenis barang dan jasa apa yang akan diproduksi?
2.    Bagaimana menghasilkan barang dan jasa tersebut?
3.    Untuk siapa barang dan jasa tersebut dihasilkan?
Berkaitan dengan sistem ekonomi, ada tiga bentuk sistem ekonomi yang dikenal di dunia ini, yaitu:
1.    Sistem ekonomi pasar (Laissez-Faire Economy), merupakan sistem ekonomi yang berbasis pada kebebasan individu dan perusahaan dalam menentukan berbagai kegiatan ekonomi, seperti konsumsi dan produksi. Perekonomian akan menentukan titik keseimbangan dengan mengandalkan kemampuan pada sistem harga, yaitu tarik menarik antara permintaan dan penawaran. Keseimbangan harga serta jumlah barang dan jasa dalam perekonomian dibimbing oleh sesuatu yang tidak kelihatan (invisible hand).
2.    Sistem ekonomi terpusat (sistem ekonomi sosialis) atau disebut Command Economy, yaitu sistem ekonomi dimana pemerintah membuat semua kebijakan menyangkut produksi, distribusi, dan konsumsi. Dengan kata lain, dalam sistem ekonomi sosial yang murni, pemerintah mengatur semua aspek kegiatan ekonomi.
3.    Sistem ekonomi campuran yaitu gabungan dari sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi terpusat. Dalam sistem ekonomi campuran, kebebasan individu dan perusahaan dalam menentukan kegiatan ekonomi masih diakui, tetapi pemerintah ikut campur dalam perekonomian sebagai stabilisator ekonomi dengan memberlakukan berbagai kebijakan fiskal dan moneter.
Pasar dan Pemerintah dalam Ekonomi Modern
Pasar – suatu mekanisme dimana pembeli dan penjual berinteraksi untuk menentukan harga dan pertukaran barang dan jasa.
Ekuilibrium Pasar – keseimbangan diantara seluruh penjual dan pembeli yang berbeda,  keseimbangan permintaan dan penawaran, menghasilkan:
–       Harga ekuilibrium
–       Kuantitas ekuilibrium
Ekonomi Pasar (market economy) – mekanisme yang mengkoordinasi masyarakat, aktivitas, dan bisnis melalui sistem harga dan sistem pasar.
–       Pasar tidak dibentuk siapapun
–       Tidak ada individu atau organisasi yang bertanggungjawab atas produksi, konsumsi, distribusi dan penentuan harga
–       Harga menjadi “sinyal” bagi produsen dan konsumen untuk mengambil keputusan
Solusi terhadap Problema Ekonomi
WHAT
–       Ditentukan oleh setiap Rp pengeluaran konsumen dalam keputusan membeli
–       Firm dimotivasi oleh keinginan memperoleh profit maksimum
HOW
–       Ditentukan oleh kompetisi diantara produsen
–       Produsen mengadopsi metode produksi yang paling efisien à biaya minimum

FOR WHOM
–       Ditentukan oleh kuantitas dan harga faktor
Pasar menentukan harga tiap barang dan jasa dalam perekonomian. Pasar dapat dikategorikan ke dalam dua besar, yaitu pasar barang dan jasa serta pasar faktor. Pasar faktor merupakan tempat interaksi antara penjual faktor produksi (sektor rumah tangga) yang memiliki tanah, modal, keterampilan dan lainnya, dengan yang meminta faktor produksi yaitu pihak perusahaan.
Pasar yang terjadi dalam perekonomian merupakan akumulasi dari berbagai pasar barang dan jasa serta pasar faktor produksi. Banyaknya jenis barang/jasa tersebut akan menimbulkan diversifikasi pekerjaan. Selanjutnya, diversifikasi pekerjaan akan menghasilkan spesialisasi, yang akan mendorong timbulnya teknologi atau cara menghasilkan barang dan jasa dengan biaya yang serendah-rendahnya.
Dalam kenyataannya, tidak semua barang dan jasa bisa dihasilkan melalui mekanisme pasar dengan ‘tangan gaibnya’. Namun terjadi persaingan yang tidak sempurna, yang akhirnya menimbulkan inefisiensi, sehingga harga yang terjadi menjadi demikian mahal atau bahkan sebaliknya dimana barang dan jasa menjadi tidak berharga. Kegagalan sistem ekonomi pasar akan menghasilkan pengaruh yang dapat merugikan perekonomian itu sendiri. Di samping akan menimbulkan pemusatan faktor produksi pada satu pihak tertentu dan mengakibatkan ketimpangan dalam pendapatan.
Inefisiensi pasar ini memerlukan intervensi dari pemerintah. Pemerintah dalam aktivitasnya dalam perekonomian pasar dibatasi hanya pada beberapa kegiatan yang memang tidak bisa dilakukan oleh individu, seperti misalnya bidang keamanan dan pertahanan. Tetapi jika harus campur tangan dalam perekonomian dengan tujuan mengembalikan efisiensi, maka pemerintah melakukan regulasi atau membuat kebijakan-kebijakan yang berfungsi mengatur jalannya perekonomian agar tetap efisien. P.A. Samuelson mengatakan bahwa pemerintah mempunyai tiga fungsi perekonomian, yaitu:
1.    Mengoreksi kegagalan pasar demi efisiensi.
2.    Membuat program untuk melakukan pemerataan pendapatan dengan menggunakan instrumen pajak dan pengeluaran pemerintah.

3.    Membuat kebijakan fiskal dan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tangguh.


Download Powerpoint


Ruang Baca Virtual Universitas Terbuka



Jika anda belum mempunyai / membeli buku modul, anda bisa membaca materi modul di ruang baca virtual UT. Ruang baca ini berisi buku materi pokok, yang dikenal dengan modul secara utuh (full text), untuk dapat dimanfaatkan bagi Anda, mahasiswa UT yang melakukan registrasi, para tutor, dan masyarakat UT yang memiliki akses terhadap tutorial online. Seperti ruang baca pada perpustakaan konvensional pada umumnya, di ruang baca virtual ini Anda hanya dapat membaca, tidak dapat mengunduh!!. Modul UT dilindungi oleh Undang-undang Hak Karya Cipta. Kami berharap Anda mentaati aturan tersebut.

Berikut ini merupakan Modul untuk Jurusan S1 Perpustakaan Semester 7
4.     SKOM4440 - Produksi Media - Tidak tersedia
5.     SKOM4437 - Analisis Sistem Informasi


Catatan : Untuk membaca fulltext anda harus login terlebih dahulu, disini :

Jika anda belum terdaftar sebagai member, sebelumnya pelajari dahulu ketentuan-ketentuannya :


Selanjutnya anda bisa mendaftar disini :


SELAMAT MENCOBA. SEMOGA BERMANFAAT.. (^_^)/





Soal Latihan Ujian S1 Perpustakaan UT - Semester 6


Berikut ini saya mencoba berbagi soal latihan S1 Perpustakaan Universitas Terbuka Semester 6 file ini saya peroleh langsung dari website LM Online Repositories - FISIP , UT Online Learning Center, anda bisa mendowload dengan meng klik kode modul dibawah ini :


  1. ASIP 4402 - Penilaian Dan Penyusutan Arsip
  2. ISIP 4112 - Pengantar Ilmu Ekonomi
  3. SKOM 4440 - Produksi Media
  4. ASIP4437 - Analisis Sistem Informasi
  5. ASIP4316 - Kajian Software

Catatan : Untuk mendownload file diatas anda harus mendaftar member di layanan berbagi file 4shared.com terlebih dahulu.

Download soal ujian lainnya dengan mengklik gambar dibawah ini :


SELAMAT BELAJAR DAN SEMOGA SUKSES.. (^_^)/

Pengayaan Materi/ Suplemen S1 Perpustakaan 2013.1 - smt 7



Universitas terbuka merupakan perguruan tinggi jarak jauh dan non tatap muka. Mahasiswa tidak harus belajar di kelas. Proses belajar mahasiswa secara mandiri dengan menggunakan berbagai media, baik cetak maupun noncetak. Produk cetak meliputi modul, sedangkan produk noncetak meliputi audio BMP, video BMP, video interaktif, dry lab, program radio, program televisi dan Program pengayaan berbasis online.

Media pembelajaran dibagi dua kategori yakni offline dan online. Program pengayaan berbasis online merupakan satu kesatuan dengan BMP, akan tetapi tidak semua BMP dilengkapi dengan bahan ajar tambahan.
Berikut Materi Pengayaan mata kuliah FISIP - Ilmu Perpustakaan :

Klik Readmore untuk menuju mirror link yang berasal dari website resmi Universitas Terbuka.

ASIP 4402 - 


ISIP 4112 - 


SKOM 4313 - Komunikasi Antar Pribadi
Part 1
Part 2 


SKOM 4440 - 


ASIP4437 - Analisis Sistem Informasi


ASIP4316 - Kajian Software

Sunday, September 15, 2013

Ringkasan Mata Kuliah Produksi Media Modul 3 - S1 Perpus Universitas Terbuka 2013



RINGKASAN MODUL 3
Tandiyo Pradekso, M. Bayu Widagdo, Melani Hapsari (2013) 
Buku Materi Pokok Produksi Media 
Jakarta: Universitas Terbuka.
Modul 3.

Kompetensi Khusus:
Mahasiswa dapat menjelaskan: prinsip dan proses layout, elemen layout, penerapan layout dalam media grafis.
Tata letak (layout) dipahami sebagai tata letak elemen-elemen desain terhadap suatu bidang dalam media tertentu untuk mendukung konsep/pesan yang dibawanya, dan merupakan salahsatu proses/tahapan kerja desain.

Kegiatan Belajar 1: Prinsip dan Proses Layout
A.  Prinsip Layout
1.    Sequence/Urutan, juga disebut hirarki/flow/aliran, desainer membuat prioritas dan mengurutkan dari yang harus dibaca pertama kali sampai ke yang dibaca belakangan. Dengan demikian pembaca dapat menangkap pesan secara berurutan.
2.    Emphasis/Penekanan, untuk menggiring perhatian pembaca agar mencerna informasi secara runtut. Penekanan dapat diciptakan melalui: pembedaan ukuran huruf, huruf yang berbeda, warna yang kontras, menentukan letak/posisi yang strategis dan menarik perhatian, mencari bentuk atau style yang berbeda dengan sekitarnya.
3.    Balance/Keseimbangan, merupakan pembagian berat yang merata pada suatu bidang layout. Merata bukan berarti dipenuhi semua, tetapi menghasilkan kesan seimbang.
4.    Unity/Kesatuan, dengan prinsip kesatuan (saling berkaitan) antara elemen-elemen desain. 

B.  Proses Layout
1.     Membuat Konsep, perlu belajar dengan menggunakan pensil dan kertas. Pertanyaan mendasar: apa tujuan mendesain?, audience?, apa pesannya?, bagaimana pesan disampaikan?, di mana?,  media apa?, kapan bisa dilihat?
2.     Memilih Media dan Spesifikasinya, hal ini erat hubungannya antara pengamat, jenis dan cara membaca media, jarak media dan durasi membaca, sehingga dalam pemilihan mempertimbangkan: media yang cocok, bahan, ukuran, posisi, kapan. Langkah berikutnya membuat sketsa.
3.     Membuat Thumbnails dan Dummy, merupakan perencanaan pengorganisasian layout sehingga menjadi sketsa yang dituangkan dalam bentuk mini. Thumbnails berguna untuk menentukan urutan dan pengaturan halaman. Setelah thumbnails kemudian dibuat dummy atau mock up, yang merupakan contoh desain (sampel).
4.     Merancang Desain Menggunakan Desktop Publishing, merupakan proses eksekusi (desain secara keseluruhan) dengan menggunakan media software komputer, namun  perlu mengecek ulang untuk memastikan tidak ada kesalahan desain, meng-convert warna, mengumpulkan font yang akan dipakai oleh percetakan, memberi penanda bagian yang akan dipotong/dilipat pada akhir produksi.
5.     Menentukan Teknik Percetakan: offset, flexografi/cetak tinggi, rorogravure, sablon/cetak saring/screen printing, digital.

Kegiatan Belajar 2: Element Layout

A.  Elemen Teks
1.     Judul/Head/Heading/Headline: beberapa kata singkat yang mengawali artikel, ukuran lebih besar. 
2.     Deck/Blurb/Standfirst: gambaran singkat tentang topik yang dibahas dalam bodytext, terletak biasanya antara judul dan bodytext dan berfungsi sebagai pengantar untuk masuk ke bodytext.
3.     Byline/Credit Line/Writer’s Credit: berisi nama penulis, jabatan dan letaknya sebelum bodytext, dapat juga di akhir naskah.
4.     Bodytext/Bodycopy/Copy/Copytext: isi/naskah/artikel.
5.     Subjudul/Subhead/Crosshead: berfungsi sebagai judul segmen-segmen dalam artikel yang panjang.
6.     Pull Quotes/Lifeouts: satu kalimat atau lebih yang mengandung informasi yang penting yang akan ditekankan. Kalimat ini bisa diambil dari bodytext, dan biasanya menggunakan tanda buka tutup petik (“).
7.     Caption: merupakan keterangan singkat yang menyertai elemen visual dan inzet.
8.     Callouts: seperti caption, tetapi menyertai elemen visual yang memiliki lebih dari satu keterangan.
9.     Kickers/Eyebrows: satu atau beberapa kata  pendek yang terletak di atas judul. Bisa juga kickers ini dalam ujud warna atau gambar.
10.  Initial Caps: huruf awal yang berukuran besar dari kata pertama dalam paragraf.
11.  Indent: baris pertama paragraf menjorok ke dalam. Hanging indent: kebalikan dari indent.
12.  Lead Line: beberapa kata pertama atau seluruh kata pada awal paragraf dibedakan hurufnya.
13.  Spasi Antarparagraf: guna membedakan paragraf yang satu dengan yang lainnya.
14.  Gabungan Beberapa Cara: untuk membedakan paragraf yang satu dengan paragraf yang lain.
15.  Header & Footer: header dan footer dapat berisi running head (judul yang muncul pada setiap halaman), catatatan kaki, nomor halaman dan informasi lain.
16.  Running Head/Running Headline/Running Title/Running Feet/Runners: 
17.  Catatan Kaki/Footnote/Referense/Sumber/Resource: berisi detail informasi dari sebagian tulisan tertentu di dalam naskah.
18.  Nomor Halaman/Page Number
19.  Jumps/Jumlines/Continuation Lines: berupa teks singkat yang menunjukkan sebuah artikel merupakan sambungan dari halaman-halaman sebelumnya.
20.  Signature/Mandatory: berisi informasi identitas seseorang yang dapat dihubungi.
21.  Name Plate: nama terbitan yang ditempatkan di bagian depan terbitan dan dibuat dengan cetakan lebih besar.
22.  Mashead: area dari sebuah terbitan yang berisi informasi tentang penerbitnya (nama staf,
kontributor, cara berlangganan, alamat & logo penerbit, dll.)

B.  Elemen Visual
1.    Foto: untuk kredibilitas dalam pemberian kesan dengan foto berwarna.
2.    Artworks: karya seni atau ilustrasi agar lebih akurat dalam menggambarkan sesuatu pesan.
3.    Informational Graphics/Infographics: agar tidak membosankan, maka fakta dan data disajikan dalam bentuk grafik, tabel, diagram, bagan, peta, dll.
4.    Garis/Rules:  untuk memberikan kesan estetis, membagi suatu aren, penyeimbang berat dan pengikat kesatuan desain.
5.    Kontak/Box/Bingkai/Frame: agar elemen visual lebih tampak rapi.
6.    Inzet/Insert/Inline Graphics: elemen yang lebih  kecil dari elemen visual dan berfungsi untuk memberi informasi pendukung.
7.    Point/Bullets: untuk memberi poin-poin penjelasan suatu daftar/list.

C.  Invisible Element
Invisible elements merupakan fondasi atau kerangka yang berfungsi sebagai acuan penempatan semua elemen layout lainnya. Elemen ini dirancang lebih dulu, baru kemudian elemen teks dan visual, namun elemen ini tidak tampak dalam cetakan. Elemen ini berfungsi sebagai pembentuk unity dari seseluruhan layout.
1.   Margin: untuk menentukan jarak antara pinggir kertas dengan ruang yang akan ditempati oleh elemen-elemen layout agar estetika terjaga.

2.   Grid: merupakan kolom dengan garis-garis vertikal dan horizontal yang berfungsi untuk
1.   mempermudah dalam menentukan letak elemen layout dan mempertahankan konsistensi dan kesatuan layout.

Kegiatan Belajar 3: Penerapan Layout Dalam Media Cetak

A.  Ukuran Kertas Internasional & Produk Desain Grafis
Media dengan ukuran dan bentuk berbeda membutuhkan cara penerapan layout yang berbeda.
1.    Kartu Nama/Business Card/Name Card. Standar ukuran kertas, kecuali Amerika, Kanada dan Indonesia,  dengan ISO 216 yang terdiri dari seri A, B dan C. Ukuran kartu nama: 5,5 x 9 cm. dengan usur-unsur: logo, nama, jabatan, alamat, telepon, fax, email atau website.
2.    Kertas Surat/Kop Surat/Letterhead, umumnya berukuran 21 x 29,7 cm (A4) dengan unsur-unsur: logo, alamat, telepon, fax, email atau website.
3.    Amplop/Envelope, berukuran 11 x 23 cm dengan unsur-unsur: logo, alamat, telepon, fax, email atau website.
4.    Amplop Besar/Envelope, berukuran di atas 8,5 x 13 inchi dengan unsur-unsur: logo, alamat, telepon, fax, email atau website. Isi dalam amplop besar tidak perlu dilipat.
5.    Flier/Flyer/Handbill/Brosur Tanpa Lipatan/Selebaran, berukuran A4, A5, atau A4 dibagi 3 dan berfungsi sebagai media untuk publisitas suatu produk/service/acara/jasa kuliner.
6.    Brosur/Broschure/Leaflet, bisa berbentuk lipatan atau tidak dan berukuran lebih besar dari flier. Elemen yang ada seperti dalam flier, namun membutuhkan desain layout yang lebih beragam.
7.    Poster/Plakat/Placard, berukuran variasi: A4, A3, A2 (24 x 36 inchi), A1 atau lebih. Dalam Poster, elemen teks lebih utama.
8.    Booklet, merupakan media publikasi yang dapat menampung cukup banyak informasi, karena memiliki beberapa halaman. Booklet dapat diartikan sebagai buku kecil, ada yang menyamakan sebagai leaflet, brosur, flier.
9.    Buku, berfungsi sebagai penyampai informasi, berupa ceritera, pengetahuan, laporan, dll., dengan ukuran A6, A5, A4, A3, B6, B5. 
10. Majalah, berfungsi sebagai penyampai informasi, menjual produk, menyebarkan paham,
11. pendidikan, dll., dengan ukuran sekitar A4.
12. Surat Kabar/Koran/Tabloid, berfungsi sebagai penyaji berita-berita aktual, media periklanan, dll. Dengan ukuran lebar 13,5 atau 11,5 inchi.

B.  Tripografi Dalam Layout
1.    Memilih Jenis Huruf dan Ukurannya, jenis huruf  yang berbeda memiliki ukuran yang berbeda, sehingga ada yang menyarankan pada bagian naskah digunakan 9-12 point, di bawah 9 point untuk caption. Jika perlu dalam membuat disain harus dimulai dengan membuat dummy dengan mencetak judul, isi, caption dan elemen lain melalui printer.
2.    Menentukan Letter Spacing, World Spacing, dan Leading. Letter spacing merupakan jarak antar huruf/karakter guna meningkatkan keterbacaan. World spacing merupakan jarak antar kata. Leading merupakan jarak atar baris (yang terpenting adalah jangan sampai ekor huruf  menjulur ke bagian baris bawahnya atau sebaliknya).
3.    Tips Penerapan Ukuran Huruf, untuk leading bodytext dengan menambahkan 2 point dari huruf yang dipakai dalam dalam naskah.
4.    Lebar Paragraf. Lebar paragraf akan memberikan kenyamanan dalam membaca. Lebar paragaf akan ditentukan oleh ukuran huruf. Huruf yang kecil dapat diguunakan ukuran paragraf yang sempit, sedangkan jika memakai huruf yang besar, lebar paragraf harus ditambah (8-12 kata per baris atau 50-80 karakter per baris, ada yang memberikan saran 7-10 kata per baris, 35-45 karakter per baris.


Download e-book/PDF
 


Ringkasan Mata Kuliah Produksi Media Modul 2 - S1 Perpus Universitas Terbuka 2013





RINGKASAN MODUL 2
Tandiyo Pradekso, M. Bayu Widagdo, Melani Hapsari (2013) 
Buku Materi Pokok Produksi Media 
Jakarta: Universitas Terbuka.
Modul 2.



RINGKASAN MODUL 2
Tandiyo Pradekso, M. Bayu Widagdo, Melani Hapsari (2013) Buku Materi Pokok Produksi
Media Jakarta: Universitas Terbuka.
Modul 2.


Kompetensi Khusus:
Mahasiswa dapat menjelaskan fungsi dan tujuan desain komunikasi visual, unsur dasar desain grafis, produk-produk desain grafis, pesan visual dalam desain grafis.
Dalam kehidupan, manusia tidak lepas dari produk-produk seni desain. Semua yang tampak di sekitar merupakan merupakan hasil produk desain. Dalam bidang komunikasi, khususnya aspek visualnya, berkembang pesat dan bersinergi dengan dunia desain, sehingga menghasilkan desain komunikasi visual.

Kegiatan Belajar 1: Desain Grafis dan Komunikasi Visual

A.  Desain Grafis
1.  Seni Desain dan Komunikasi Visual
Untuk menghasilkan desain grafis diperlukan perangkat lunak komputer, teori seni dan desain, serta ilmu komunikasi. Perangkat lunak merupakan sarana untuk menghasilkan seni desain. Seni desain diperlukan guna keteraturan dan keindahan ketika mendesain publikasi, sedangkan ilmu komunikasi untuk memposisikan desainer sebagai komunikator yang sedang menyusun yang akan disampaikan kepada sasaran. Oleh karena itu, desainer grafis harus memadukan skill, soul, dan touch. Dengan penggunakaan perangkat lunak komputer, penataan letak yang tepat, dan dengan konsep seni, maka pesan akan efektif diterima sasaran. Konsep desain grafis: kesederhanaan, keseimbangan, kesatuan, penekanan dan repetisi. Sedangkan elemen-elemen yang digunakan dalam desain grafis: garis, bentuk, ruang, tekstur, dan warna guna menghasilkan nilai estetis dan nilai ekstra. 

2.  Fungsi dan Tujuan Desain Komunikasi Visual
Fungsi desain komunikasi visual antara lain: mengarahkan interpretasi, memberi inspirasi, informasi dan menggerakkan untuk beraksi. Adapun tujuan desain komunikasi visual antara lain: identifikasi (mengarahkan pada pengenalan identitas), informasi (memberikan pengetahuan baru), promosi (provokasi/hasutan), persuasi ajakan,  propaganda (berhubungan dengan pencitraan), serta ambience (pengggarapan lingkungan).



3.  Unsur Dasar Desain Grafis
Garis, berfungsi sebagai pemisah elemen garis yang satu dengan yang lainnya dalam satu bidang halaman, memisahkan antara dua bagian publikasi yang dibedakan/ditekankan, dan terdiri dari: vertikal, horisontal, diagonal, kurva.
Bentuk, terjadi karena adanya batasan sebuah kontur (garis), batasan yang dibedakan oleh warna, atau adanya  arsiran.
Ruang, (white space/ruang kosong), berfungsi: sebagai jeda yang memberikan peluang bagi mata yang memandang untuk istirahat sejenak agar tidak lelah; sebagai pemisah antar kolom dalam surat kabar atau majalah; untuk memberi kesan desain yang lapang dan rapi.
Tekstur, merupakan sifat dan kualitas fisik permukaan suatu bahan: kasam, mengkilap, pudar, kusam. 
Warna,  warna yang sama akan diterima secara berbeda oleh orang lain. Warna suatu objek
ditentukan oleh cahaya yang jatuh pada objek  tersebut kemudian dipantulkan ke retina mata.
Warna objek dapat ditentukan oleh perbedaan cahaya yang jatuh. Warna digolongkan: hue (warna dasar: merah, kuning, hijau), saturation (kadar kecemerlangan warna hue), lightness (tingkat gelap-terang warna).

4.  Produk-produk Desain Grafis
Produk desain grafis (sitepu, 2009:23-24):
a.    Dokumen yang bersifat persuasif: undangan, iklan, poster, selebaran, prospektus, brosur, permohonan undangan, dll.
b.    Dokumen yang menunjukkan identitas: kartu nama, srtifikat, ijasah, dll.
c.    Dokumen yang memberikan informasi: proposal, jadwal, daftar produk, program, dll.
d.    Publikasi berkala: surat kabar, majalah, laporan penelitian, jurnal, dll.
e.    Dokumen yang menghendaki jawaban: daftar isian riwayat hidup, formulir, lembar soal, dll.
f.     Dokumen yang memberikan referensi: kalender, direktori, buku telepon, buku alamat, dll.
g.    Dokumen yang menunjukkan suatu proses: kurikulum, manual kerja, manual latihan, resep makanan, dll.



5.  Pesan Visual Dalam Desain
Agar pesan visual dapat dipahami oleh sasaran sesuai dengan kemauan komunikator, maka diperlukan tahapan-tahapan yang terstruktur. Tahapan dalam merumuskan pesan: 
    Melahirkan pesan, dengan pendekatan: berkomunikasi dengan sasaran, memperhatikan saran tim kerja, menggunakan beberapa kerangka kerja deduktif formal. Jenis pesan: rasional, moral, emosional.
    Mengevaluasi pesan: pesan dapat menimbulkan keinginan (menggerakkan keinginan maupun aksi), pesan mempunyai sifat eksklusif (mudah dipahami), mempunyai sifat dapat dipercaya (masuk akal).
    Memilih pesan, apa yang akan disampaikan.
    Menyampaikan pesan, bagaimana cara menyampaikan, gaya dan pendekatan visualisasi.

B.  Komunikasi Visual
Media komunikasi bergerak dari yang sangat tradisional ke modern dengan pemanfaatan media teknologi. Komunikasi visual merupakan penguatan dari pesan yang disampaikan melalui komunikasi lisan. 
1.    Media Komunkasi Visual, merupakan media yang membawa pesan-pesan yang diterima melalui penglihatan. Media komunikasi visual merupakan media produk desain grafis. 
2.    Delapan Aspek atau Perspektif Untuk Analisis Citra Visual: etis, historis, kultural, personal, kritikal, estetik, pragmatis, dan nilai tambah.

Kegiatan Belajar 2: Prinsip-prinsip Estetika dalam Organisasi Desain Visual dan Proses Desain Komunikasi Visual

A.  Prinsip-prinsip Estetika Dalam Organisasi Desain Visual
Dalam desaian visual diperlukan kualitas estetika, karena pesan visual yang ada di dalamnya akan dimaknai, dinilai dan diinterpretasikan oleh masing-masing individul. Untuk itu diperlukan:
1.      Proporsi, guna: menciptakan harmoni, bentuk lebih menarik, meningkatkan fungsi, menciptakan kesan.
2.      Geometri dan Rasio, berguna untuk menyederhanakan hubungan visual yang kompleks.
3.      Golden Section (hubungan proporsional antara dua bagian garis/line atau dua dimensi dari figur: pendek: panjang), yang berguna untuk menciptakan keindahan dan harmoni.
 B.  Persepsi Figur dan Bentuk
Merupakan kajian berkenaan dengan aturan dan prinsip persepsi visual, kualitas figur dan bentuk, preferensi, fungsi/manfaat bentuk objek-objek visual, serta apa yang dapat dipahami dari hubungan/kombinasi antara objek visual yang satu dengan yang lain sehingga membuat pemahaman baru (Safanayong, 2006: 41).
1.  Persepsi Bentuk Dua dan Tiga Dimensional
Persepsi yang berbenda terhadap bentuk dua dan tiga demensi  yang dilakukan oleh anak dan orang dewasa. Persepsi yang berbeda ini didasarkan pada pengalaman, sehingga orang dewasapun akan menghasilkan persepsi yang berbeda. Proses persepsi bersifat kompleks: memahami garis luar (contur), kemudian warna, value, dan tekstur. Setelah itu, menerima informasi visual, kemudian menggolongkan dan mengenali image, menghubungkan dengan bentuk dengan objek yang lain yang dipahami/dikenal sebelumnya. Jika objek belum dikenal, maka akan memerlukan waktu yang lama. Kemudian timbul menggambarkan objek tersebut. Identifikasi akan lebih dalam apabila digabungkan dengan pengalaman masa lalu (terhadap image yang telah dipahami). 
2.  Persepsi Bentuk Dua Dimensi
Bentuk dua demensi yang sederhana akan mudah dipersepsikan jika dibandingkan dengan bentuk dua demensi yang kompleks. Oleh karena itu, dalam desain grafis diperlukan desain yang mudah diidentifikasi, dan mudah diingat.

C.  Gestalt dan Persepsi Visual
Gestalt (bahasa Jerman: bentukÆ utuh, konfigurasi). Dalam teori Gestalt dijelaskan ada keterkaitan persepsi visual, memori, dan asosiasi pikiran dengan pengetahuan, psikologi sosial, dan psikologi seni.
Konfigurasi bentuk akan dipersepsi jika ada bentuk lain berdekatan. Persepsi bentuk dimulai yang paling sederhana, terbaik, paling tepat, objek tidak tunggal, dan menyesuaikan apa yang dipikirkan.
Komposisi seni visual: kemiripan (similarity), kedekatan (proximitry), penutupan (closure), kontinuitas (continuity), figur latar (figure ground). Sedangkan komposisi/organisasi visual: keseimbangan, keserasian, repetisi, irama, kontras, gerak, kedalaman, arah, dominasi/penekanan.



D.  Sifat Tanda
Tanda merupakan sesuatu yang bersifat fisik dan dapat diterima oleh indera manusia yang menggambarkan atau menandakan sesuatu kepada seseorang (interpreter) dalam beberapa konteks.
Tanda yang diciptakan oleh komunikator berguna untuk menyampaikan pesan (message) dan makna (meaning) sebuah sign. Sign yang sama akan dapat dimaknai berbeda oleh orang yang berbeda. Sifat tanda: primer (eksplisit, tersurat, denotatif/lugas/sebenarnya), konkrit, langsung, sekunder (implisit, tersirat, konotatif, abstrak, tidak langsung). Sign akan efektif jika bentunya lazim (common) baik bagi pengirim maupun penerima.

E.  Pengertian Makna (The Meaning of Meaning) 
“Makna” bersifat subyektif, merupakan respon internal, diperoleh untuk menstimulir sikap, ekspresi atau perilaku eksternal. Makna dalam desain grafis merupakan pemikiran/gagasan yang dipersepsikan atau sebagai reaksi untuk mempengaruhi/membangkitkan rangsangan kepada seseorang dalam bentuk tanda visual.

F.  Signal, Sign dan Symbol
Sign dibedakan: signal (sinyal yang berhubungan secara sebab-akibat: orang pintar minum…..), sign (apa yang digambarkan dan ditandakan memiliki konteks  kebudayaan yang sama: logo polo yang menggambarkan olahraga bagi kelas tinggi/bangsawan Inggris), symbol (bila yang digambarkan dan ditandakan tidak memiliki hubungan:  lingkaran hijau pada kemasan obat, sebagai tanda obat bebas).

G.  Bahasa Perlambangan (Figuratif)
Empat bentuk bahasa perlambangan sebagai pendekatan visualisasi:  simile (istilah perbandingan), metaphor (menggunakan kiasan),  allegory (merupakan mengembangan dari metaphor),  symbolisme (menggunakan simbol untuk mengekspresikan arti yang kompleks).




Download e-book/PDF